Usamah Izzuddin Al-Qosam – Penulis Muda, Menteri Pengembangan dan Panalaran BEM KBM UNIB

11221434_1228330197192641_506410318388258219_o

5 september 2011, tepat ketika anak yang suka jahil kelahiran kota curup ini Usamah Izzuddin Al-Qosam berumur 17 tahun. Selama empat tahun kuliah, sekarang Usamah memiliki beberapa pencapaian yang telah berhasil diusahakannya. Salah satunya karya dalam bentuk buku. Sudah ada dua karya yang diterbitkannya. Buku motivasi yang ditulis sendiri dengan judul “MATI AJA YUK” dan buku antologi cerpen yang ditulis bersama tujuh temannya di Bengkulu “SURAT DARI ISRAEL”.

Ada juga beberapa prestasi yang pernah diraih dalam bentuk piala. Juara 3 lomba Da’i sesumatera, juara 2 stand up comedy, dan juara 2 puisi. Selain itu ada lebih 40 piagam penghargaan dan beberapa plakat yang dimilikinya baik itu tingkat universitas, daerah, provinsi, wilayah, sampai nasional. Usamah memang bukan anak yang terlalu menonjol di bidang akademik, hal itu membuatnya mengembangkan kemampuannya di bidang lain, dan saat ini ada dua hal yang di fokuskan oleh Usamah sendiri dalam mengembangkan kemampuannya.

Pertama, public speaking. Semenjak mengkuti pelatihan trainer di STMI (Sekolah Trainer dan Motivator Indonesia) 2012 lalu, anak pertama dari empat bersaudara ini mulai memasuki dunia public speaking. Setelah kurang lebih tiga tahun, mahasiwa jurusan bahasa inggris kelahiran 1994 ini sudah menjadi pembicara dihadapan lebih dari 1000 siswa dan mahasiswa yang menjadi pesertanya. Dari tingkatan SD, SMP, SMA, Mahasiswa dan umum semua sudah pernah menjadi jejaknya membagikan inspirasi dan motivasinya dalam training dan seminarnya. Beberapa plakat dan penghargaan pembicara sudah menjadi koleksi dalam rekam jejaknya. Hal kedua yang menjadi pengembangan diri anak dari pasangan Samaijan dan Anita dengan golongan darah B ini yaitu dibidang kepenulisan. Seperti diceritakan di awal tadi, Usamah sudah memiliki dua buku yang terbit dan menjadi karyanya. Pertama kali mahasiswa yang pernah menjadi tukang urut ini bermimpi menjadi penulis di semester dua. Dia menuliskan judul buku yang ingin dia tulis di dinding kamarnya. Berawal mencoba menulis novel, namun tersendat dan tidak ada kemajuan. Barulah ketika bertemu dengan salah seorang motivator, Ronny Dewanyara Putra, ditemukan potensinya menulisnya dalam non-fiksi terutama motivasi. Di semester delapan, tepatnya bulan Maret karya pertama yang ditulis dalam waktu kurang dari sebulan, dengan judul “MATI AJA YUK” nya terbit.

Sekarang anak yang suka ngemil ini membagikan ilmu menulisnya kepada teman-teman yang memiliki kemampuan dan hobi yang sama. Di tahun 2015 dalam waktu setahun dengan dua kali pelatihan menulis yang dilakukannya, Usamah mampu membantu dan membimbing teman-teman lainnya dengan menghasilkan sekitar 26 naskah buku yang terdiri dari berbagai genre dan tema. Ada novel, antologi cerpen dan puisi, motivasi dan pengembangan diri. Sekitar 20 naskah siap akan diterbitkan dan dilaunchingkan pada semester awal tahun 2016 ini. Dengan motto hidup GILA dan NEKAT (singkatan dari Gali Ilmu Langsung Action dan NiatE Karena Allah Ta’ala) mahasiswa FKIP Universitas Bengkulu ini selalu mencoba apapun yang bisa dia lakukan. Seperti ketika semester 2 dan 4 Usamah nekat mengambil beberapa mata kuliah dua semester diatasnya untuk memenuhi SKS yang ada. Bisa dikatakan Usamah adalah anak yang tidak punya bakat dan kemampuan. Apa yang dilakukannya dengan mencoba, usaha, dan nekat. Dia percaya bahwa yang namanya bakat itu adalah hasil dari latihan serta sebuah kebiasaan dari melakukan sesuatu yang disukai dan dikuasai.

Pertama kali tekad dirinya menguji kemampuan hidup ketika semester dua. Dengan niat tidak ingin merepotkan orang tua minimal dari uang jajan, Usamah mencoba mencari uang dengan berbagai cara yang dia mampu. Berjualan jilbab, celana training dan kaos dalam laki-laki hal pertama yang dia coba. Di saat yang sama juga dia membuka jasa urut laki-laki di malam hari. Dosen, polisi, guru, sampai mahasiswa pernah menjadi langganannya untuk diurut. Ketika semester tiga sampai lima Usamah beralih bisnis dengan menjualkan obat-obatan herbal, madu, dan minyak zaitun. Cukup lama mencoba jualan di bidang ini karena banyak peminatnya. Di semester enam ada hal baru lain yang dicoba mahasiswa penyuka anime ini. Berniat menambah bayaran uang PPL dan KKNnya, Alumni SMAN 1 Argamakmur ini bekerja menjadi tukang cuci piring dan pelayan di warung nasi goreng dekat kampusnya selama beberapa hari.  Semua itu sekarang menjadi cerita manis yang menjadikan perjuangan Usamah terasa nikmat. Sekarang dia memiliki penghasilan dari menulisnya dan kemampuan berbicaranya. Selain itu meskipun masih berstatus mahasiswa untuk menyelesaikan tugas akhirnya, kurang lebih 6 bulan ini, Usamah sudah menjadi seorang pengajar disekolah berbasis pendidikan karekter untuk anak usia dini di ISLAMIC SCHOOL U_CARE. Meskipun itu semua hanyalah hal kecil bila dibandingkan orang dan teman-temannya yang lebih hebat dari dirinya, tapi tak ada kata mundur dalam berkreasi.

Mahasiswa yang sekarang menjabat sebagai menteri Pengembangan dan Panalaran di BEM Universitas Bengkulu ini sudah beberapa kali menjelajah ke beberapa daerah diIndonesia. Pertama kali perjalanannya keluar kota Bengkulu ketika semester tiga. Saat itu dia menjadi delegasi dalam mengikuti pelatihan Koperasi mahasiswa di IAIN Raden Fatah, Palembang. Lalu disemester empat mengikuti sebuah kegiatan dari organisasi kepemudaan di Puncak Bogor. Semester enam lolos mengikuti KKN Kebangsaan di Universitas Tanjung Pura, Kalimantan Barat, Pontianak. Lalu semester tujuh menjadi salah satu perwakilan pelatihan pendidikan menengah Koperasi Mahasiswa di Universitas Lampung, dan di semester delapan, menjadi delegasi BEM-Universitas untuk Rakernas di Universitas Andalas, Padang. Tentu tidak semuanya mulus, ada juga beberapa kali ketidak berhassilan untuk mencoba menjelajah keluar. Di semester 4 mencoba mengikuti Istudent ExchangeI ke Malaysia, namun tidak membuahkan hasil. Begitu juga ketika mengikuti seleksi pertukaran pemuda antar negara ke Jepang yang tak ada buah manisnya. Pengalaman adalah guru terbaik, seperti itu jugalah apa yang telah dialami untuk mencapai sesuatu yang lebih besar.

Beberapa pengalaman dan usaha Usamah dalam mencapai semua hal itu juga di dapatkannya ketika mengikuti organisasi dan komunitas yang ada. Selamah kuliah ada beberapa organisasi dan komunitas yang pernah diikutinya. Beberapa organisasi diantaranya HIMAGRIS (Himpunan mahasiswa Bahasa Inggris), Jurnalistik FKIP, FOSI (Forum Studi Islam) FKIP, KOPMA (Koperasi Mahasiswa) Universitas Bengkulu, P3M Universitas Bengkulu, BEM Universitas Bengkulu. Ada juga beberapa komunitas dan lembaga seperti SOBS (Setiap orang berhak sukses), FLP (Forum Lingkar pena), STMI (Sekolah Trainer dan Motivator Indonesia), ROT (Rafflesia of Trainer).
Usamah selalu percaya tidak ada yang kebetulan di dunia ini, yang ada hanyalah ketentuanNya yang sudah ditakdirkan terjadi, hanya bagaimana kita menjalani yang jadi penentunya. Dua kata yang menjadi slogannya di setiap status facebooknya yang menjadi salam untuk kita semua SALAM KEBAIKAN.

Jika ingin mengundang mengisi acara, bercengkrama atau sekedar berbagi cerita dengannya bisa melalui facebooknya Usamah Izzuddin Al-Qosam, atau emailnya izzuddinalqosam5@yahoo.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *