Eratkan Persaudaraan Masyarakat Bengkulu Gelar Aksi Bela Al Quds

Dokumentasi Aksi Bela Al Quds

Bem Kbm Unib. ac.id || Puluhan juta umat islam Indonesia bahkan dunia telah serentak menggelar aksi dalam rangka membela Al Quds. Dan dalam hal ini tentunya masyarakat Provinsi Bengkulu tidak akan tinggal diam saja ketika mendengar kabar akan hal ini, terlihat bahwa masyarakat provinsi Bengkulu dengan semangat membara bersama aliansi masyarakat Bengkulu bela Al Quds. Aksi tersebut dilaksanakan pada hari Jumat, 11 Mei 2018 tepatnya di Masjid Jamik Suprapto pukul 13.30 Wib, dengan agenda sholat jumat bersama, tabligh akbar yang di isi oleh ustadz Iip Aripin selaku ketua KNRP (Komite Nasional Rakyat Palestina) Bengkulu, longmarc ke simp 5, dan yang terakhir ialah agenda penggalangan dana.

Dalam kegiatan aksi tentunya pasti akan ada orasi, dalam hal ini penyampaian orasi oleh orator-orator dari FSLDK Puskomda Bengkulu (Candra Wijaya), BEM KBM UNIB (Hadi), KAMMI (Adhit), JPRMI (Hendra Irawan), JSIT (Rahmad Doni), alumni 212 (Simbuldi), IKADI (Adi Sucipto), HMI (Agus) dan perwakilan perempuan (Margita Dwi Putri). Setelah pembacaan orasi-orasi dan puisi, dilanjutkan dengan pembacaan pernyataan sikap oleh ustad Iip Arifin. Rangkaian acara di simpang 5 pun di akhiri dengan doa yang di pimpin oleh Andi Saputra.

 

 

Dokumentasi Aksi Bela Al Quds

Selain itu, dilansir dari web Unib Kita .com orasi-orasi yang disampaikan adalah mengenai kekejaman para kaum zionis yang tiada henti menjajah Palestina tentu saja menjadi masalah yang benar-benar harus diperhatikan. Masyarakat Indonesia diminta untuk tidak terpengaruh dengan bungkamnya dunia akan tindakan pelanggaran HAM warga Palestina ini. Karena Palestina bukanlah sekedar negara, tetapi ia adalah tanah suci bagi umat Muslim. Siapapun yang meremehkannya berarti merendahkan harga diri umat muslim sedunia. Selain itu AS juga disinggung sebagai negara yang tidak konsisten dengan aturannya sendiri. Menganggap negaranya adalah negara demokrasi yang menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia, namun kenyataannya AS mendukung Israel dalam menjajah Palestina.

Dokumentasi Aksi Bela Al Quds

Dan seperti yang tekah kita ketahui bersama bahwa pada hari Sabtu, 12 Mei 2018, Donald Trump akan berkunjung ke Israel dalam rangka peresmian kantor kedubes AS yang baru di Al Quds, sebagai bentuk pengakuan kota suci ketiga umat islam ini menjadi ibukota Yahudi Israel. Hal tersebut adalah salah satu pemicu munculnya aksi ini.

Dokumentasi Aksi Bela Al Quds Penyampaian Orasi oleh Hadi Pratama

Wilayah Indonesia yang terhampar luas dari Sabang sampai Merauke, beribu adat, suku dan budaya bersatu padu. Apabila kita berbicara mengenai sejarah telah kita ketahui bersama bahwa pasca berseteru antara golongan muda dan tua, akhirnya Soekarno dan Hatta diamankan ke Rengasdengklok, banyak sekali titian sejarah yang telah dilalui, masih terasa betul pada bulan Ramadhan di jalan Pegangsaan Timur no 54, di proklamasikannya kemerdekaan Indonesia, suatu fakta bahwa Indonesia telah merdeka secara De Facto.  Berpangku pada hal tersebut janganlah kita lupa bahwa 12 bulan sebelum kemerdekaan secara De Facto itu di capai, terdapat jejak-jejak jasa di negeri Barat Tengah bernama Palestina telah mengakui Indonesia sebagai negara merdeka sejak lama. Sebelum Mesir, India ataupun diri kita sendiri mengakui bahwa kita telah merdeka. Persis tiga tahun setelah bangsa Indonesia merdeka, pada Mei 1948 nestapa penjajahan itu dialami oleh bangsa Palestina. Sampai hari ini tanah nan gersang itu selalu disirami darah para Mujahid yang syahid dalam medan pertempuran. Bung Karno adalah sosok pemimpin yang tahu malu dan tahu terimakasih, disampaikannya mandat kepada para pemuda, kepada seluruh anak bangsa Indonesia “Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel” Dan hari ini bukan hanya Israel, namun juga Amerika yang merupakan negara adi kuasa itu dengan congkaknya ingin memindahkan kedutaan besar negara Palestina dari Telaviv ke Yerusalem dan itu merupakan penjajahan terhadap Palestina. Oleh karena hal itu kini giliran Indonesia yang berjuang untuk kemerdekaan Palestina. Sebagai warga negara kita telah mendapat mandat dari konstitusi bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. selain itu sebagai umat Islam sudah mendarah daging bahwa di dada kita ini tak akan pernah ada sekat garis teritorial negara, nasionalisme kita adalah nasionalisme aqidah, dan sangat tidak pantas apabila kita menutup mata atas apa yang telah terjadi. Merupakan harapan besar apabila bangsa Indonesia sebagai salah satu negara berpenduduk muslim terbesar untuk turut andil dalam menyuarakan kemerdekaan bagi bangsa Palestina.  , tutur Hadi Pratama. (Uijint)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *