Ekspektasi Meleset : Tak Menyurutkan Aksi Massa dalam Menggelorakan Perjuangan

Dokumentasi Aksi 20 tahun Reformasi

Dua Puluh tahun sudah Reformasi berjalan sejak tahun 1998, tetapi sistem demokrasi di Indonesia justru masih dirundung berbagai masalah, terutama korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Reformasi 1998 berhasil menjatuhkan pemerintahan Orde Baru, tetapi belum berhasil membangun tatanan demokrasi baru yang ideal. Saat ini bangsa Indonesia justru terjerat oleh berbagai masalah serius, KKN baru, hukum yang lemah, dan sistem ketatanegaraan yang masih tumpang tindih. Peristiwa Reformasi yang telah terjadi pada masa silam seakan menjadi ikon perjuangan tersendiri bagi kaum mahasiswa, mengingat bahwa kala itu mahasiswa adalah aktor dalam membuat suatu perubahan besar bagi bangsa ini, dan setiap tahunnya momen tersebut selalu diperingati dengan adanya aksi-aksi yang digelar oleh mahasiswa di seluruh penjuru tanah air. Di bawah naungan dari Kementerian Polkastrat (Politik dan Kajian Strategis) BEM KBM UNIB, mahasiswa Unib menggelar aksi sampaikan orasi 20 tahun reformasi, yang dilaksanakan pada Senin, 21 Mei 2018 tepatnya di Tugu Reformasi Unib Depan. Aksi tersebut berjalan dengan penuh semangat, karena meskipun hujan mengguyur begitu deras akan tetapi hal tersebut tidaklah menyurutkan semangat para mahasiswa dalam menghidupkan tugu Reformasi.

Dokumentasi Aksi 20 tahun Reformasi

Dilansir dari Website Unib Kita.com bahwasannya kendala dari persiapan aksi, ini bisa dikatakan cukup alot dalam hal perbicangan dengan pihak Polres Intel Bengkulu, dan hal tersebut terjadi karena adanya keterlambatan pemasukan surat pemberitahuan aksi dari pihak panitia kepada pihak Polres Bengkulu, namun dengan beberapa pertimbangan aksi tetap akan dilaksanakan hanya saja tempat aksinya yang sedikit berubah dan tidak seperti biasanya.

Dokumentasi Aksi 20 tahun Reformasi

Di dalam suatu aksi pasti ada yang namanya orator dan dalam hal ini diwakilkan kepada Saudara Reno (FEB) Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Handoyo (Wapres BEM KBM UNIB), Fiqri (Polkastrat), M.Nur (FT) Fakultas Teknik, Hanif (FISIP) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Khanif (Presma BEM IAIN) dan Alvino dari IAIN, Wahyu Wulandari (Menteri KPP BEM KBM UNIB). Selain penyampaian orasi adapula penyampaian puisi.
Adapun mengenai tuntutan aksi yang disampaikan oleh Mahasiswa adalah terdapat beberapa hal yang di ajukan pada aksi 20 tahun reformasi ini, adalah sebagai berikut:

Tugu Reformasi Universitas Bengkulu

A. Supremasi Hukum
1. Menuntut Jokowi untuk segera merealisasikan janjinya dalam membongkar kasus HAM berat.
2. Menuntut DPR untuk merealisasikan tugas dan wewenangnya sebagai penyerap, penghimpun,    menampung dan menindaklanjuti aspirasi rakyat.
3. Kembalikan kedaulatan Demokrasi ke tangan rakyat, pastikan tidak ada pembungkaman hak-hak rakyat, serta penindasan suara rakyat, dan jangan undang lagi kekuasaan militer yang bertentangan dengan tuntutan reformasi.
4. menuntut Kapolri untuk meningkatkan kredibilitas dan kapabilitas serta tidak tebang pilih dalam upaya penegakan hukum.
B. Hapuskan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme)
1.  Mendorong Bawaslu untuk bekerja secara profesional dan menghimbau kepada masyarakat agar memilih pemimpin yang bebas dari perilaku KKN sesuai dengan cita-cita Reformasi.
2. Menuntut KPK untuk membongkar dan menuntaskan kasus korupsi dengan berkeadilan, transparan dan independen.
3. Menuntut pemerintahan Jokowi-JK untuk berani berpihak pada KPK dan mendukung upaya KPK dalam pemberantasan kasus korupsi.

Dokumentasi Aksi 20 tahun Reformasi

Terakhir adalah mengenai harapan dari momentum 20 tahun aksi reformasi ini “semua mahasiswa kemudian pemuda itu tahu bahwa ada cita-cita yang belum terealisasikan, kemudian ada dua hal yang kita soroti dalam aksi ini adalah pertama mengenai Supremasi Hukum dan yang kedua adalah mengenai Hapuskan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme). Harapannya bukan hanya mahasiswa yang tercerdaskan dalam hal ini akan tetapi juga masyarakat secara umum dan kemudian pemerintah itu sendiri yang memiliki mandat dari rakyat untuk memperbaiki apa-apa saja yang belum terlaksana”.  Tutur Hadi Pratama selaku Koordinator Lapangan dalam Aksi 20 Tahun Reformasi.  (Astri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *