Aliansi BEM Se Kota Bengkulu Hearing ke Pemprov Bengkulu

Selasa (01/11/2016) Aliansi BEM se Kota Bengkulu kembali mendatangi kantor Gubernur Provinsi Bengkulu guna menyampaikan kembali tuntutan yang dilayangkan pada Aksi Sumpah Pemuda Jum’at lalu. Tuntutan tersebut secara langsung disampaikan kepada Wakil Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah yang pada saat itu juga sedang menghadiri acara workshop di Aula Bappeda Provinsi Bengkulu.

Presiden Mahasiswa BEM KBM Unib, Octari Ezon membacakan 2 tuntutan yang merupakan fokus isu yang digarap oleh BEM KBM Unib. Tuntutan tersebut yakni tentang rasionalisasi anggaran pendidikan yang belum mencapai 20 % sesuai dengan yang diamanatkan oleh konstitusi, serta tindak kekerasan yang terjadi pada perempuan dan anak di Provinsi Bengkulu yang masih marak terjadi.

Sementara itu, perwakilan BEM UMB juga menyampaikan tuntutan yang berkaitan dengan kesejahteraan nelayan di Bengkulu. Hal ini berhubungan dengan persoalan fasilitas nelayan kecil dan penggunaan alat tangkap trol yang masih diberlakukan padahal telah resmi dilarang oleh pemerintah pusat dalam hal ini kementerian kelautan dan perikanan.

Rohidin Mersyah yang didampingi oleh Kepala Satpol PP dan Kepala Biro Hukum Pemprov Bengkulu menyampaikan hal-hal yang telah dilakukan pemerintah terkait dengan tuntutan yang dibacakan tersebut. Pihaknya akan terus melakukan kajian, pemeriksaan di lapangan serta mengeluarkan kebijakan agar ketiga tuntutan tersebut dapat ditunaikan, meskipun sudah ada upaya yang sedang dirintis oleh pemerintah.

Akan tetapi, mahasiswa berharap pemerintah segera tanggap dalam menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan ketiga tuntutan tersebut. Mengingat masalah-masalah tersebut umumnya dialami oleh masyarakat kelas bawah yang butuh perhatian dan pencerdasan oleh pemerintah. Diharapkan pemerintah tidak hanya mampu menyatakan solusi dalam uraian janji-janji saja. (SRS)

dsc01168

dsc01171

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *